Kita seringkali merasa bahwa diri kita ini tidak memiliki banyak hal yang orang lain miliki, selain itu juga kita sering merasa bahwa apa yang kita punya tidaklah diinginkan oleh orang lain.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Chandra Putra Negara pada https://successbefore30.co.id/mindset-yang-dirahasiakan-oleh-tokoh-tokoh-besar-dunia/ “Kalau mindset orang rata-rata, ketika mereka melihat orang yang lebih sukses, lebih kaya dari dia, biasanya yang dinomorsatukan adalah IRI.”
Selain karena apa yang telah dicapai orang lain, kita juga seringkali iri oleh keunikan orang lain, bagaimana rupa fisik mereka, bagaimana orang tua mereka, atau pun bakat alami yang mereka miliki.
Namun kita tidak perlu mengalahkan orang lain dalam bidang yang mereka kuasai, karena kita semua memiliki keunikan masing-masing. Itulah yang membuat kehidupan ini jadi lebih berwarna.
Keunikan bukan sekadar hanya keragaman ras, suku, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya, tetapi lebih dari itu, yaitu keragaman kemampuan. Bagi saya, yang membuat suatu negara menjadi terkenal bukanlah karena suku bangsanya yang beragam, perbedaan budaya yang mencolok antara masing-masing daerahnya, atau pun bahasanya yang berbeda-beda, tetapi karena kemampuan bangsanya yang bermacam-macam.
Misalnya di Amerika Serikat, orang-orang di sana memiliki kemampuan yang hebat dan bermacam-macam. Sebut saja Bill Gates, seorang pendiri Microsoft yang pernah menjadi orang terkaya di dunia selama 13 tahun oleh majalah Forbes, dengan kemampuannya mengembangkan Microsoft itulah salah satu hal yang membuat Amerika Serikat lebih terkenal pada abad ini. Juga jangan lupa bahwa 7 orang dalam daftar 10 orang terkaya di dunia tahun ini merupakan warga negara Amerika Serikat. Ya iyalah, kan kapitalis.
Oke, oke, kita bahas selain dari bidang ekonomi, misalnya dalam bidang literatur, Malcolm Gladwell, merupakan penulis yang paling banyak penjualannya, buku-buku yang ia tulis antara lain The Tipping Point, Blink, Outliers, What The Dog Saw, serta David and Goliath, keseluruhannya merupakan buku-buku paling laris versi New York Times.
New York Times sendiri diciptakan oleh orang Amerika Serikat, The New York Times Company pada 1851.
Berikut ini adalah 3 hal yang harus kita pelajari agar bisa menikmati berbagai keunikan dalam hidup ini.
Berani Kalah
Tidak semua dapat kita kalahkan karena seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kemampuan kita masing-masing itu beragam. Saat teman-teman kita bisa menceritakan sebuah lelucon, kita tidak usah mencoba melakukannya jika kita tidak hebat dalam hal tersebut, karena masih banyak hal lain yang jauh lebih bermanfaat yang jika kita lakukan akan membuat diri kita menjadi tak terkalahkan.
Namun bukan berarti hal-hal yang tidak kita kuasai harus diabaikan begitu saja, maksud saya di sini yaitu kita tidak perlu benar-benar mencoba menjadi hebat hanya karena kita tidak ingin kalah oleh seseorang dalam bidangnya.
Saya tidak berkata tentang jadi diri sendiri, “jadi diri sendiri” dari kalimatnya saja sudah terlihat seperti sebuah paradoks. Walaupun kita hidup seperti orang lain, bukankah itu juga salah satu dari sikap dalam menjadi diri sendiri?
Apresiasi Kemampuan Orang Lain
Mengapresiasi kemampuan orang lain adalah hal yang sangat esensial dalam hidup ini, karena dengan hal tersebut kita dapat fokus terhadap apa yang harus kita lakukan tanpa perlu memikirkan jika kita kalah oleh orang lain.
Dalam bukunya, The Tipping Point, Malcolm Gladwell mengatakan bahwa ada sebuah konsep dalam psikologi kognitif, disebut “kapasitas saluran” atau channel capacity, yang merujuk ke banyaknya ruang otak kita untuk menyimpan jenis informasi tertentu. Oleh karena itu kita harus mengapresiasi orang lain, dalam hal ini untuk mempercayakan kepada orang lain seputar informasi yang dia kuasai.
Hal ini agar kita tahu ke mana kita bertanya saat kita tidak tahu atau tidak mengerti akan sesuatu.
Konsep ini disebut sebagai transactivememory oleh seorang psikolog bernama Daniel Wegner dari University of California. Sebagian besar yang kita ingat berada di luar otak. Kebanyakan kita tidak menghafal cheat code untuk game-game di PS, tetapi mencarinya di Internet atau menuliskannya di atas kertas.
Ketika memperoleh informasi baru, kita tahu siapa yang paling andal atau paling bertanggung jawab dalam menyimpannya. Kita tidak bisa mengingat segalanya karena kapasitas saluran manusia terbatas.
Selain untuk mengingat informasi, kita juga dapat mengandalkan orang lain dalam melakukan sesuatu. Akan banyak waktu yang terbuang jika seseorang berusaha untuk bisa mengendalikan pesawat udara padahal dia sendiri adalah seorang dosen filsafat, yang seharusnya dia lakukan adalah percayakan urusan mengendalikan pesawat udara kepada seorang pilot, lebih baik jika dia mempertajam kemampuannya dalam mengajar.
Ciptakan hubungan yang baik dengan orang lain, karena jika kita kenal betul dengan seseorang, maka kita akan tahu apa yang dia kuasai sehingga kita tahu ke mana kita akan pergi jika butuh bantuan.
Menjadi Unik itu Biasa Saja
Telah dijelaskan di atas tadi bahwa semua orang punya keunikannya masing-masing, bukanlah hal yang unik jika seseorang mempunyai keunikan.
Tidak perlu bagi kita untuk membuktikan kemampuan kita terhadap dunia, karena orang-orang secara tidak sadar akan mengetahui hal apa yang bisa kita lakukan yang berbeda dengan yang lain.
Tidak usah merasa bahwa keunikan yang kita miliki lebih spesial dari yang lain, Allah menciptakan kehidupan ini secara adil, jika seseorang memiliki kekurangan dalam sesuatu maka dia juga memiliki kelebihan dalam hal lain.
Barangkali kekurangan diciptakan agar manusia bisa mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepadanya. Jika kita tidak pernah mengalami kesedihan, kita seringkali lupa kalau kita pernah mengalami masa-masa yang menyenangkan.
Kita tidak bahagia dengan apa yang telah kita punya, melainkan dengan apa yang kita syukuri.